CERMINDM - Pernah Merasakan ingin Memukul Orang karena Matanya

CERMINDM-Awalnya ketika terbagun dari malam saya berfikir saya akan melakukan nya besok. membuat rencana baru untuk menghukum lelaki itu.
Mungkin hampir semua gadis pernah menyukai semua cowok di sekolahan nya.saya gadis berusia 13 tahun baru saja masuk Sekolah menengah pertama. diakhir bulan enam ini saya sudah berusia 14 tahun.
Pagi ini pertama kali nya saya merasa sudah benar menjadi gadis remaja, pakaian kemeja putih polos dan rok berwarna biru tua yang sengaja saya mengukur di tukang jahit laganan mama saya dengan membuat ukuran yang pas di bagian paha saya. mungkin ini adalah hari yang berat buat saya karena pada hari ini saya membawa karung dan topi kerucut beserta rambut yang kuncir dengan 23 karet jepang. seperti biasa saya memulai dengan sendiri dan tidak berteman. saya jalan menuju barisan yang di penuhi orang-orang bodoh yang seperti saya. mengapa mereka harus melakukan hal yang sangat tidak penting ini.
Mata saya menuju ke arah jam tiga tepat nya di sebelah kanan saya, ada seorang anak laki-laki yang juga berdiri sendiri disana. dia metap saya aneh, mungkin karena melihat raut wajah saya sangat tidak enak penuh dengan kejutekan dan bibir yang terlalu monyong. dia terus memandangin saya dari atas sampai bawah kembali dari bawah keatas, saya terus mengerutkan dahi dan melihat sinis kearah anak laki-laki itu. tapi dia tetap tidak menolehkan pandangan nya.
Wajah persegi, alis tebal berkaca mata hitam, perawakan badan yang tinggi dan bibir bawah terlihat tebal namun bibir atas tipis dan merah. kulit putih dengan baju sekolah yang agak sedikit besar namun celana pendek biru tua yang ketat di bagian bokongnya.
Usai dari bagian memplonco anak SMP baru sepertinya para kakak kelas terlihat bahagia, mungkin saja kehadiran kami sebagai bahan hiburan mereka. saya menuju ke kantin sekolah yang terlihat kecil dan sangant ramai, membuat nafsu makan saya turun dan memilih untuk duduk dan meminum jus yang mama bawakan dari rumah tadi pagi. saya duduk dan mata saya tertuju ke jam pukul tiga lagi. iya manusia aneh itu terus memandangin saya, dengan penuh keseriusan. saya penasaran dan mulai melihat diri, apakah ada yang salah dengan baju mungkin. atau mungkin dengan rambut saya. dan seketika saya sadar memang tampilan saya sudah aneh sejak masuk gerbang sekolah ini. namun ini bukan hanya saya saja yang aneh, semua anak kelas tujuh juga sama aneh nya dengan saya. disana saya melihat dia sedang berbicara dengan satu teman lelakinya yang barusan saja datang menghampirinya. dia berbicara serius sembari melirik-lirik ke arah saya, dan seketika juga temen nya mulai melihat ke arah saya, pandangan yang sama juga di lempar oleh teman lelaki itu. dengan sekarang bertambah 2 lelaki dengan pandangan mata elang seperti ingin membunuh saya.
Beberapa menit kemudian saya benar-benar jera oleh pandangan itu dan akan mulai mendatangin mereka berdua, untuk mempertanyakan apa maksud arti dari pandangan yang membuat saya meresa risih. saya mulai berjalan kearah mereka dan memasang wajah sangar seperti ingin mencolok kedua mata mereka "Chin..eh chintya" . kepala saya langsung berbalik arah ke belakang, saya mengenal suara itu, terdengar sepeti suara centil anak jagung. "chintya ya, bener kan chintya... dari jauh udah keliatan itu elu". dan itu adalah suara temen saya vivi. iya saya hampir melupakan kalau saya tadi akan menyerah bagkai ayam yang terus menerus menatap mata saya dari kejauhan. mereka berdua menghilang seketika. ~
to be countinue . . .
By :Mrs. O
Komentar
Posting Komentar