CERMIND- Tidak Seharusnya Bertemu dengan dia Disana

CERMIND- Tidak Seharusnya Bertemu dengan dia Disana 


CERMIND - Jam memnunjukan pukul 24:00 wib, saya masih belum sampai rumah berkeliling jalan dengan mengendari motor matic saya. menepikan motor saya ke pinggir jalan, saya turun dari motor dan merogoh kantung celana saya untuk mengambil sebatang rokok dan mancis. udara malam terasa sangat dingin menyentuh kulitku. aku mulai duduk di pinggir trotar di samping motor ku. sesaat terpikir kejadian yang baru saja terjadi padaku malam ini.

Secangkir kopi hitam adalah hal terbaik di pagi hari, saya mulai meminum vitamin yang menjadi rutinitas saya di pagi hari. " chin, besok kita pergi bareng yuk ke Cp.. yahh ! " suara itu datang dari belakang meja kerja saya. "jangan besok art.. malam ini saja, gimana ? " sembari tersenyum lebar saya langsung mendekati wajah nya yang sedang melongok ke arah meja kerja saya. 

Artsita, umur 20 tahun pekerjaan marketing DSR terbaik di kantor cabang kami. tinggi badan 165 berat 45kg. rambut brown mata brown dan kali ini dia memakai T shirt catton polos misty color navy blue.

"Oke malam ini kita meluncur ke CP ( Capital Bulding )" sembari memainkan rambutku.
"Jarang banget kamu mau saya ajak kesana, ada angin apa? saya ajak kamu besok karena besok kita gak ada meeting jadi pasti kamu susah nolak nya. malam ini sudah pasti bisa chin.. ?"
"cerewet , jalan aja dah jangan banyak tanya lagi !" sautku dengan muka datar
"iya cantik, malam ini pulang meeting kita langsung Otw ke CP ya" berjalan kearah meja saya dan merangkul dan bergelayutan seperti wanita yang sedang merangkul cowo nya.
"iya art, sudah sana balik kerja.. nanti dilihat bos tau" saya melepaskan rangkulannya secara perlahan.
"iya sayang, jalankan perintah" tersenyum malu.

Bank ANZ ( Australia and New Zealand ) saya sudah mulai bekerja disini sejak 1 tahun lalu sebagai teler marketing dan kebijakan keuangan. bagi saya mungkin pekerjaan ini kurang cocok untuk  saya karena saya lebih senang bekerja di bagian periklanan dan logo marketing. tapi saya jalani untuk permulaan pertama kali saya bekerja.

Usai meeting saya dan artsita langsung bersiap dan otw ke Cp, saya meninggalkan motor saya dikantor dan pergi dengan mobil artsita. saya mengganti baju saya di dalam mobil artsita, saya memakai mini dress hitam , sedangkan artsita yang memang sejak dikantor sudah mengganti baju nya dengan mini dress merah andalannya. mengganti sepatu saya dengan heel berwarna black brown. 
sampai tempat tujuan kami masuk dan mulai memesan meja, dan minuman. tidak saya tidak akan melihat kesebelah kanan kalau bisa saya mulai membutakan mata saya. tepat arah jam 3 dari saya terlihat seseorang yang pernah saya kenal, itu dia lelaki itu Gideon Putra mantan sekaligus pertama saya dan terakhir setelah saya putus dengan dia 2 tahun lalu semasa SMA. ketika itu dia pergi untuk menyambung SMA favorite nya di London bersama kedua orang tuanya. 

Saya berharapa dia tidak mengenali saya atau jika bisa jangan bergerak dari tempat duduknya, karena jika dia berdiri dia akan bisa melihat saya. tapi saya yakin dia tidak mengenali saya, namun " heii, kemana aja ?" saya tidak sama sekali menolehkan pandangan ke arah suara itu berbicara " chin..saya tahu kamu sudah mendengar nya" dia mendekatkan bibir nya kearah telinga saya. kaku beku dan tidak bergerak sama sekali itu yang saya lakukan. kemudian tak lama artsita mulai menyadarkan saya "heii beb, kamu di panggil kenapa diam aja sich ?" artsita memukul punggung saya dengan lembut.
"oh iya saya dengar kok art" spontan menggerakan kepala saya ke arah lelaki itu.

Saya memandang wajah dion yang di penuhi kebahagiaan terlihat jelas senyum yang memperlihatkan giginya. "hei, dion.. kapan balik ke indonesia ? gimana kabar kamu sekarang? " saya mulai melemparkan senyum kearah dion. " kamu suka becanda ya, dari dulu sampai sekarang masih tetap sama, gak berubah. saya kirim pesan melalui Whatshap,line,wechat,facebook bahkan saya telpon ke nomor mama kamu dan tidak ada jawaban sama sekali. saya sudah di indonesia 3 bulan lalu dan baru bisa ketemu sama kamu sekarang ." sahut dion dengan wajah memelasnya . " oh begitu ya kenapa saya tidak tahu, maaf ya ". " chin saya butuh waktu untuk bicara lebih banyak dengan kamu, please..!" ucap dion dengan nada suara yang lemah. tangan nya memegang tangan saya dan di posisi itu saya tidak menampiknya dan terus terdiam kaku. " oke kita atur waktu saja untuk kita ketemu di lain waktu. oh ya saya mau balik pulang ni duluan ya " . Spontan tangan saya meraih tangan artsita dan menarik nya pulang, artsita tidak menolak dan hanya terdiam dan menggenggam tangan saya dengan kencang, melihat wajah artsita kesenangan saya langsung melepas genggaman tangan itu dan mulai berjalan sendiri. 

Sesampai di kantor saya berganti pakaian dan pergi ke parkiran motor , tangan saya masih terasa gemetaran dan wajah terlihat pucat. jantung berdegup sangat kencang, mengapa saya harus terlihat bodoh di depan dia. harus nya hal ini sudah saya pikirkan jauh-jauh hari apa yang harus saya lakukan jika bertemu dengan dia. saya harus nya sudah tahu kepulangannya 3 bulan lalu dengan membaca notif di pesan yang dia kirim ke saya. ini benar melelahkan dan membuat saya down tidak seharusnya bertemu dengan dion disana~

By : Mrs. O

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERMIND - Kambing hitam di balik Bulu Domba yang Malang

CERMINDM - Pernah Merasa Ingin Menghilang Seketika